Kota Malang – Masih dalam rangkaian pembukaan Festival Literasi 2026, MAN 2 Kota Malang menggelar kelas kepenulisan pada Senin (2/11). Kegiatan yang berlangsung pada hari yang sama pukul 09.00 sd 10.00 WIB dengan pembukaan festival ini menjadi ruang belajar bagi murid untuk mengembangkan kemampuan menulis dan mengolah gagasan menjadi karya bermakna. Kelas kepenulisan menghadirkan Edi Sutomo, M.Pd., penulis sekaligus wartawan MAN 2 Kota Malang yang telah menghasilkan berbagai karya dan publikasi di media. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat proses kreatif, teknik penulisan, serta pentingnya konsistensi dalam menghasilkan sebuah tulisan.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan bahwa kelas kepenulisan merupakan kesempatan bagi murid untuk mengembangkan potensi dan memperluas wawasan melalui dunia literasi. Menurutnya, kemampuan menulis perlu diasah melalui proses belajar dan keberanian untuk mencoba.
“Menulis bukan hanya tentang merangkai kata, melainkan juga bagaimana kita menyampaikan pemikiran dan memberikan manfaat melalui tulisan. Saya berharap murid dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari narasumber yang berpengalaman. Jangan ragu untuk memulai, karena kemampuan menulis akan berkembang seiring dengan kemauan untuk terus berlatih. Jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk melahirkan penulis-penulis muda dari madrasah,” tuturnya.
Edi Sutomo, M.Pd., selaku pemateri, mengungkapkan bahwa menulis membutuhkan kepekaan dalam mengamati berbagai peristiwa di sekitar. Menurutnya, setiap pengalaman dan fenomena kehidupan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan tulisan.
“Seorang penulis harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan tidak boleh berhenti mengamati. Apa yang kita lihat, dengar, dan alami sesungguhnya dapat menjadi bahan tulisan apabila kita mampu mengolahnya menjadi sebuah gagasan. Menulis juga membutuhkan proses, mulai dari menemukan ide, menyusun kerangka, hingga melakukan penyuntingan. Karena itu, jangan menunggu tulisan menjadi sempurna untuk mulai berkarya, tetapi biasakan menulis agar kemampuan kita terus berkembang,” ungkapnya.
Pustakawan MAN 2 Kota Malang, Wahyu Enggar Wulandari, S.Si., turut mendukung pelaksanaan kelas kepenulisan sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi madrasah. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam menyediakan ruang belajar dan sumber referensi yang dapat menunjang kreativitas murid. Kehadiran kelas kepenulisan juga menjadi bentuk pengembangan fungsi perpustakaan, tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang bertumbuhnya ide dan lahirnya karya.
Melalui kelas kepenulisan ini, MAN 2 Kota Malang berharap murid semakin percaya diri dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar kepenulisan serta menerapkannya dalam berbagai jenis karya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menulis secara konsisten dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan akademik. Lebih jauh, madrasah berharap lahir penulis-penulis muda yang mampu menyampaikan pemikiran kritis, kreatif, dan inspiratif melalui karya yang dihasilkan.
Kelas kepenulisan menjadi salah satu langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman belajar literasi yang lebih dekat dengan praktik. Pertemuan dengan praktisi kepenulisan diharapkan mampu membuka wawasan murid mengenai dunia tulis-menulis. Melalui rangkaian Festival Literasi 2026, MAN 2 Kota Malang terus menghadirkan ruang bagi warga madrasah untuk belajar, berproses, dan menghasilkan karya. Sebab, tulisan yang bermakna tidak selalu bermula dari gagasan besar, tetapi dari keberanian sederhana untuk mulai menulis. (RI)


