Kota Malang – MAN 2 Kota Malang resmi membuka Festival Literasi 2026 pada Senin (2/11). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 4 Gedung Laboratorium Sains Terpadu MAN 2 Kota Malang. Festival Literasi telah dimulai sejak 15 Oktober 2026 dan akan mencapai puncaknya pada 10 November 2026. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan menghidupkan budaya literasi sekaligus mendorong kreativitas murid dalam menghasilkan karya.
Ketua Pelaksana Festival Literasi, Anandini Fathi Zahiya, murid kelas XI-E, mengajak seluruh peserta untuk berani memulai perjalanan kepenulisan. Menurutnya, menulis merupakan salah satu cara manusia meninggalkan jejak pemikiran agar tetap dikenang oleh generasi berikutnya.
“Selama kita tidak menulis, kita akan hilang ditelan sejarah. Sebab, melalui tulisan, gagasan dan pemikiran dapat terus hidup melampaui zamannya. Karena itu, keberanian untuk memulai menjadi langkah pertama yang harus dimiliki setiap calon penulis. Jangan takut menghasilkan karya, sebab setiap tulisan memiliki kesempatan untuk melahirkan makna,” ungkapnya.
Kepala Perpustakaan MAN 2 Kota Malang, Budi Widodo, S.Pd., menjelaskan bahwa Festival Literasi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas budaya baca dan tulis di lingkungan madrasah. Ia menuturkan bahwa indeks pembangunan literasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan budaya literasi.
“Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga dengan akses, pemanfaatan, dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi. Melalui festival ini, kami ingin membangun lingkungan yang mendukung murid untuk lebih dekat dengan buku dan aktivitas membaca. Literasi harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam keseharian, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami berharap perpustakaan dapat menjadi ruang tumbuhnya pengetahuan, kreativitas, dan lahirnya karya-karya baru,” jelasnya.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., yang sekaligus membuka secara resmi Festival Literasi 2026, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini menjadi kesempatan berharga bagi murid untuk mengenali potensi diri dan mengembangkan kemampuan menulis.
“Festival Literasi merupakan kesempatan yang baik bagi seluruh murid untuk belajar dan mengembangkan diri menjadi penulis. Menulis harus kita niatkan dengan baik karena setiap tulisan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan menunggu menjadi hebat untuk mulai menulis, tetapi mulailah menulis agar kita terus belajar menjadi lebih baik. Saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis muda yang berani menyampaikan gagasan, kritis dalam berpikir, dan mampu menghasilkan karya yang bermakna,” tuturnya.
Melalui Festival Literasi 2026, MAN 2 Kota Malang berharap semakin banyak murid yang memiliki keberanian untuk menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sekaligus membangun keterampilan menulis sebagai bagian dari budaya akademik madrasah. Selain itu, festival ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi murid untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya melalui berbagai karya literasi.
Semangat berliterasi juga diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian festival berakhir, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap membaca dunia, tetapi juga mampu menuliskan gagasan untuk mengubahnya.
Pembukaan Festival Literasi 2026 menjadi langkah awal dalam merayakan kreativitas, pengetahuan, dan keberanian berkarya. Dengan semangat membaca dan menulis, MAN 2 Kota Malang terus berupaya menghadirkan ruang tumbuh bagi generasi muda yang literat dan berdaya. Sebab, sebuah gagasan mungkin lahir dari satu pikiran, tetapi melalui tulisan, gagasan itu dapat hidup dan menjangkau banyak kehidupan. (RI)



