Malang — Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang menggelar kegiatan Pembekalan Wawasan Keislaman (PWK) bagi santri akhir kelas XII pada Kamis hingga Sabtu, 14–16 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri akhir kelas XII Mahad Al Qalam sebagai bagian dari rangkaian acara kelulusan yang dipersiapkan untuk para santri.
PWK bertujuan untuk membekali para santri yang akan lulus mengenai berbagai hal yang perlu dipersiapkan dan diketahui sebelum memasuki dunia perkuliahan. Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga penguatan mental, spiritual, serta pemahaman sosial keislaman agar siap menghadapi dinamika kehidupan kampus.
Dalam kegiatan tersebut, Mahad Al Qalam menghadirkan enam pemateri pakar dari berbagai bidang keilmuan dan kepesantrenan, yaitu:
- Dr. H. Samsudin, M.Pd. — Kepala MAN 2 Kota Malang dengan materi “Re-Orientasi Niat: Menjadi Mujahid Akademik di Perguruan Tinggi.”
- Dr. Khoirul Bariyah, M.Pd. — Dosen Universitas Negeri Malang dengan materi “Psikologi Mahasiswa: Mengelola Quarter Life Crisis.”
- KH. Achmad Sampthon, S.HI., M.Ag. — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang dengan materi “Filter Ideologi: Membentengi Diri dari Paham Ekstremisme dan Liberalisme.”
- Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A. — Pengasuh Pondok Pesantren Darunnun dengan materi “Fikih Pergaulan Kontemporer: Menavigasi Etika Gen Z di Kampus.”
- Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. — Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang dengan materi “Aktivis atau Akademisi? Menyeimbangkan Kesalehan Pribadi dan Sosial.”
- H. Ahmad Taufiq Wahyudi AS, Lc., M.A. — Ketua Mahad Al Qalam dengan materi “Berkah Ilmu: Kiat Menjemput Kesuksesan Melalui Adab terhadap Dosen.”
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., dalam materinya menegaskan bahwa para santri harus memiliki orientasi perjuangan ketika memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi bukan sekadar tempat mencari gelar, tetapi juga sarana untuk menebar manfaat bagi umat dan bangsa.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan semangat perjuangan. Kampus harus menjadi tempat menempa diri untuk menjadi generasi yang membawa kebermanfaatan,” tuturnya.
Berbagai materi yang disampaikan memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan mahasiswa, tantangan pergaulan di lingkungan kampus, pentingnya menjaga ideologi dan akhlak, hingga bagaimana menjadi pribadi yang seimbang antara prestasi akademik dan kontribusi sosial.
Salah satu pesan yang menarik perhatian disampaikan oleh Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., yang juga merupakan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sesinya, beliau mengingatkan para santri agar tidak salah memaknai kebebasan ketika memasuki dunia kampus.
“Kampus bukan tempat balas dendam kebebasan. Kampus adalah awal perjuangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan PWK ini, Mahad Al Qalam MAN 2 Kota Malang berharap para santri akhir mampu memasuki dunia perkuliahan dengan kesiapan intelektual, spiritual, dan moral, serta tetap membawa nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan akademik dan sosial masyarakat.


