Kota Malang – MAN 2 Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara akbar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama MAN 2 Kota Malang pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh lebih dari 560 peserta yang terdiri dari anak yatim dan penyandang disabilitas. Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan sebagai wujud kepedulian sosial serta penguatan nilai-nilai inklusivitas di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Afnan Zain Jamil yang menambah kekhidmatan suasana sebelum memasuki rangkaian acara inti. Dan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag. Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Ketua BAZNAS Kota Malang, para Kepala Perangkat Daerah Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Malang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang, perwakilan Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agama Kota Malang, pengurus BAZNAS Kota Malang, serta Forum Organisasi Zakat (FOZ) Kota Malang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, KH. Achmad Shampton, S.HI., M.Pd.I., yang akrab disapa Gus Shampton, menyampaikan,
“Kami berkomitmen menjadikan Kota Malang sebagai pusat layanan terbaik bagi anak yatim. Dana kegiatan ini berasal dari ASN di lingkungan Kementerian Agama Kota Malang. Kami juga memohon doa agar seluruh ikhtiar untuk mewujudkan Kota Malang yang mbois berkelas dapat berjalan dengan baik. Selain berbagi konsumsi, kami menyediakan voucher yang dapat digunakan untuk berbelanja produk UMKM sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. UMKM harus terus dibina dan diberdayakan karena kami ingin hadir memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil,” tuturnya.
Menurut Gus Shampton, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi kepada anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM binaan Kementerian Agama Kota Malang. Beliau berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Di sisi lain, Gus Shampton juga menyampaikan bahwa MAN 2 Kota Malang telah memperoleh predikat Zona Integritas (ZI) dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Harapannya MAN 2 Kota Malang dapat menjadi madrasah pertama yang berhasil meraih predikat WBBM dari Kementerian PANRB sehingga semakin menguatkan budaya pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini,
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Kehadiran kita adalah bukti bahwa semangat berbagi dan saling menguatkan terus tumbuh di tengah masyarakat. Anak-anak juga menerima voucher yang dapat ditukarkan di bazar UMKM di depan gedung ini sehingga mereka dapat memilih sendiri sesuai kebutuhan dan seleranya masing-masing. Ini merupakan salah satu upaya yang baik untuk memberikan kebahagiaan sekaligus pengalaman yang berkesan bagi mereka,” ungkapnya.
Wali Kota Malang menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam membangun kepedulian dan solidaritas masyarakat. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim dan penyandang disabilitas harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Prosesi tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi momen yang paling dinantikan oleh para peserta. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menjadi bentuk perhatian dari berbagai pihak yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Setelah penyerahan bantuan, seluruh tamu undangan, peserta, dan panitia mengikuti sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak lainnya diharapkan semakin kuat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Program pemberdayaan UMKM yang diintegrasikan dalam kegiatan sosial juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya acara ini, MAN 2 Kota Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Semangat “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” diharapkan dapat terus menginspirasi berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi modal berharga untuk mewujudkan Kota Malang yang semakin maju, peduli, dan berdaya. (RI)




