Kota Malang – MAN 2 Kota Malang melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) tentang manajemen waktu dengan tema “Upgrade Kompetensi, Perkuat Kolaborasi, dan Wujudkan Tenaga Kependidikan yang Adaptif, Berintegritas, serta Berkualitas dalam Pelayanan” pada Rabu (1/7). Kegiatan yang diikuti oleh 96 tenaga kependidikan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium Laboratorium Sains Ruang Auditorium Lantai 4 mulai pukul 10.10 WIB hingga 11.30 WIB. Bimtek ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memperkuat kualitas tata kelola dan layanan administrasi yang profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna layanan madrasah.
Materi manajemen waktu disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Umi Dayati, M.Pd., Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang sekaligus motivator berskala nasional hingga ASEAN. Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh tenaga kependidikan untuk meraih predikat SDA (Selamat Dunia Akhirat) melalui pengelolaan waktu yang baik, keseimbangan hidup, serta penguatan karakter dan spiritualitas dalam bekerja.
“Siapa pun yang gemar menunda pekerjaan sesungguhnya sedang menyiapkan stres untuk dirinya sendiri. Karena itu, manajemen waktu bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang mengelola kehidupan agar tetap produktif, sehat, dan bahagia,” ungkapnya.
Prof. Umi menekankan pentingnya membangun kebiasaan bersyukur dan menjaga senyum dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Menurutnya, orang yang berhasil dalam kehidupannya adalah mereka yang pandai bersyukur dan mampu melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang.
“Hidup tidak harus sempurna untuk bisa bahagia. Jangan meminta hidup yang sempurna, tetapi belajarlah untuk menikmati dan mensyukuri apa yang dimiliki sambil terus memperbaiki diri,” tuturnya.
Dalam sesi tersebut, Prof. Umi juga memperkenalkan konsep manajemen waktu 7-8-9 sebagai strategi bekerja secara efektif dan seimbang. Selain itu, beliau mengajak peserta untuk memahami pentingnya menetapkan tujuan, menentukan prioritas, menyusun jadwal, serta mengambil keputusan apakah sebuah pekerjaan harus dilakukan segera, ditunda, didelegasikan, atau bahkan dihapus apabila tidak memberikan nilai tambah.
Beliau juga menjelaskan perbedaan karakteristik cara berpikir laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah, termasuk kecenderungan perempuan yang lebih mampu melakukan multitasking. Oleh karena itu, ia mendorong peserta untuk membiasakan diri menuliskan jadwal dan rencana kerja agar pelaksanaan tugas menjadi lebih terstruktur dan terukur.
Tidak hanya itu, Prof. Umi mengulas mengenai tipe otak kanan dan otak kiri, pentingnya membangun self image yang positif, serta mengembangkan kecerdasan adversitas dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Menurutnya, kemampuan bertahan dan bangkit dari kesulitan merupakan modal penting bagi tenaga kependidikan dalam menghadapi dinamika pelayanan di era modern.
“Bangunlah branding diri yang positif sebagai pribadi yang ramah, profesional, disiplin, dan tepat waktu. Sebagai bagian dari MAN 2 Kota Malang, kita adalah wajah pelayanan madrasah yang akan selalu dinilai oleh masyarakat melalui sikap dan kualitas layanan yang kita berikan,” pesannya.
Prof. Umi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dengan terus mengalirkan energi positif melalui budaya saling membantu, peduli, dan memberi perhatian kepada sesama rekan kerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sinergi yang terbangun antara rekan kerja, pimpinan, keluarga, institusi, dan lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Malang semakin mampu mengelola waktu secara efektif, meningkatkan profesionalitas kerja, serta memperkuat kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna layanan madrasah. Semangat bersyukur, disiplin, dan energi positif diharapkan menjadi budaya kerja yang terus tumbuh dan menguat di lingkungan madrasah.
Dengan pengelolaan waktu yang baik dan sinergi yang kuat, MAN 2 Kota Malang optimistis dapat terus menghadirkan pelayanan administrasi yang profesional, adaptif, dan berkualitas. Bimtek ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung pembangunan Zona Integritas dan mewujudkan tata kelola yang semakin unggul di masa depan. (RI)

