Kota Malang – Semangat meningkatkan prestasi akademik membawa MAN Insan Cendekia (IC) OKI berkunjung ke MAN 2 Kota Malang, Kamis (17/9). Bertempat di Ruang Kepala Madrasah, rombongan MAN IC OKI mengikuti agenda sharing session yang dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembahasan utama mengenai pembinaan dan pengembangan olimpiade.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi MAN IC OKI untuk menggali pengalaman MAN 2 Kota Malang dalam mengelola program olimpiade. Tidak hanya membahas capaian yang terlihat di berbagai kompetisi, pertemuan juga diarahkan pada proses panjang yang dilakukan madrasah dalam menemukan, membina, dan mengembangkan murid berpotensi.
Kepala MAN IC OKI, Hj. Komariah Hawa, S.Pd., M.Pd., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk belajar dari madrasah yang telah lebih dahulu memiliki pengalaman dalam membangun tradisi prestasi. Ia menegaskan pentingnya membuka diri terhadap pengalaman lembaga lain sebagai bagian dari proses peningkatan kualitas.
“Kami belajar bersama karena kami masih berada dalam tahap membangun dan terus menapaki tangga menuju kesuksesan. Kami datang ke MAN 2 Kota Malang untuk melihat prosesnya, belajar dari pengalaman yang sudah berjalan, kemudian membawa hal-hal yang relevan untuk kami kembangkan di MAN IC OKI,” terangnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir berupa medali atau penghargaan. Ada proses pembinaan, pendampingan guru, pengelolaan program, serta dukungan kelembagaan yang perlu dibangun secara konsisten.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengapresiasi langkah MAN IC OKI yang memilih belajar dan berdiskusi secara langsung mengenai pembinaan olimpiade. Ia juga menyampaikan bahwa MAN IC OKI memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan prestasi melalui penguatan sumber daya manusia dan sistem pembinaan yang terarah.
“Setiap madrasah memiliki potensi dan karakter masing-masing. MAN IC OKI memiliki modal yang baik untuk terus berkembang, dan kami berharap pengalaman yang dibagikan hari ini dapat menjadi bagian dari proses penguatan pembinaan olimpiade. Prestasi dibangun melalui tahapan yang konsisten, mulai dari menemukan potensi murid sampai memberikan pendampingan yang berkelanjutan,” sambungnya.
Koordinator Olimpiade MAN 2 Kota Malang, Gatra Orbita Digitalis, M.Pd., turut memaparkan bahwa pembinaan olimpiade di MAN 2 Kota Malang diarahkan melalui proses yang sistematis. Menurutnya, keberadaan murid berpotensi perlu diikuti dengan sistem pembinaan yang mampu menjaga konsistensi mereka hingga siap menghadapi kompetisi.
“Pembinaan olimpiade kami berangkat dari proses pemetaan potensi murid, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan sesuai bidangnya. Setelah itu, murid mendapatkan pendampingan dan evaluasi secara berkala. Jadi, yang dibangun bukan sekadar kesiapan menghadapi satu lomba, tetapi sebuah proses agar murid memiliki kemampuan dan mental berkompetisi secara berkelanjutan,” paparnya.
Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldy Aji Saputra, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan program riset sangat dipengaruhi oleh konsistensi pembinaan serta lingkungan yang memberi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi gagasan.
“Potensi riset murid perlu dipupuk secara berkelanjutan. Karena itu, kami memberikan ruang untuk mereka mengembangkan ide, mendapatkan pendampingan, kemudian menguji dan menyempurnakan hasil penelitiannya. Harapannya, dari proses tersebut lahir karya yang bukan hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga memiliki nilai guna,” pungkasnya.
Kunjungan MAN IC OKI diharapkan menjadi awal dari hubungan yang semakin erat antara kedua madrasah. Pengetahuan mengenai sistem pembinaan olimpiade diharapkan dapat menjadi referensi bagi MAN IC OKI dalam menyusun dan memperkuat program prestasi. Sinergi antarmadrasah juga diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak ruang untuk bertukar pengalaman, sumber daya, serta praktik baik dalam pembinaan murid. Dengan proses yang konsisten, MAN IC OKI diharapkan semakin mampu melahirkan murid berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Belajar dari madrasah lain menjadi salah satu cara untuk memperkuat proses pengembangan kualitas. Kunjungan MAN IC OKI memperlihatkan bahwa tradisi prestasi dapat dibangun melalui kemauan untuk terus belajar. Semangat tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan menuju madrasah yang semakin unggul. (RI)



