Menyingkap Jantung Pelayanan Publik, MAN 2 Kota Malang Matangkan Langkah Menuju PEKPPP

Waktu Publikasi :

Kota Malang – Laboratorium Sains MAN 2 Kota Malang tak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan pembelajaran dan riset. Pada Kamis (17/9), ruang Auditorium Lantai 4 menjadi tempat pemantapan layanan publik melalui kegiatan pendampingan persiapan Penilaian Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP). Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WIB itu menghadirkan tim dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI dan diikuti 60 guru dan tenaga kependidikan (GTK) MAN 2 Kota Malang.

Dipandu pewara Nadya Amri Fauzie, M.Pd., kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Pendampingan tersebut menjadi ruang bagi madrasah untuk memeriksa kembali kesiapan berbagai aspek pelayanan publik sekaligus menyelaraskan pelaksanaan program dengan indikator penilaian yang telah ditetapkan.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menuturkan bahwa pendampingan menjadi momentum penting bagi madrasah untuk memperkuat pemahaman sekaligus memantapkan berbagai persiapan yang telah dilakukan.

“Bisa hadir bersama untuk pendampingan, menambah pengetahuan sekaligus pemantapan yang akan dilakukan secara bersama-sama. Kita berproses untuk melaporkan kegiatan kita dalam pendampingan ini. Semoga yang bisa kita peroleh adalah upgrading informasi, karena beliau merupakan bagian penting dalam pelayanan publik yang perlu kita ikuti dengan baik. Semoga kegiatan ini bermanfaat,” tuturnya.

Ketua Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag RI, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa kehadiran tim Ditjen Pendis merupakan bagian dari upaya sosialisasi dan pendampingan bagi satuan kerja dalam pelaksanaan program Zona Integritas.

“Kehadiran kita di sini untuk sosialisasi bagi satker karena ini merupakan program dari Zona Integritas. Kita juga melihat sejauh apa yang telah diraih MAN 2 Kota Malang dalam pelaksanaan Zona Integritasnya. Semakin maksimal pelaksanaannya, tentu akan semakin baik pelayanannya, karena madrasah ini sudah berjalan sedemikian jauh,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Nanang Rosidi, S.Th.I., menguraikan sejumlah hal teknis yang menjadi perhatian dalam penilaian pelayanan publik. Menurutnya, terdapat enam aspek utama yang perlu diperhatikan, yakni kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi.

“Dalam pendampingan ini kita membahas teknis dan indikator penilaian pelayanan. Ada enam aspek yang dinilai, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi. Selain itu, terdapat pula pertanyaan tambahan yang perlu dipersiapkan oleh satuan kerja,” ungkapnya.

Melalui pendampingan ini, MAN 2 Kota Malang diharapkan semakin memahami setiap indikator PEKPPP dan mampu memastikan seluruh bukti dukung pelayanan tersusun secara optimal. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat koordinasi seluruh GTK agar standar pelayanan tidak hanya terpenuhi dalam dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam keseharian. Selain itu, madrasah diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap layanan yang diberikan kepada masyarakat. Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna layanan.

Pendampingan PEKPPP menjadi bagian dari perjalanan MAN 2 Kota Malang dalam memperkuat budaya pelayanan publik. Dari ruang Auditorium Laboratorium Sains, seluruh unsur madrasah kembali memantapkan langkah untuk menghadirkan pelayanan yang semakin transparan, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (RI)

       

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB