Kepincut Pola Pembinaan Olimpiade MAN 2 Kota Malang: MAN IC Lombok Siap Membangun Tradisi Prestasi

Waktu Publikasi :

Kota Malang – Pengalaman melihat langsung proses pembinaan olimpiade di MAN 2 Kota Malang meninggalkan kesan tersendiri bagi MAN Insan Cendekia (IC) Lombok. Sebanyak lima peserta dari MAN IC Lombok hadir di Ruang Kepala Madrasah MAN 2 Kota Malang pada Kamis (17/9/2026) pukul 08.00 WIB untuk mengikuti sesi berbagi pengalaman terkait program olimpiade dan pengelolaannya.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda berbagi informasi, tetapi juga kesempatan untuk melihat lebih dekat tahapan yang dilakukan MAN 2 Kota Malang dalam membangun budaya prestasi. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bahan refleksi dan pengembangan program pembinaan di MAN IC Lombok.

Kepala MAN IC Lombok, H. Nasruddin Mansyur, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa proses yang diperoleh selama kunjungan memberikan pengalaman yang berharga. Ia mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah program prestasi dirancang dan dikelola di MAN 2 Kota Malang.

“Ini berkesan sekali dalam prosesnya. Kami ikuti dan kami nikmati setiap tahapannya. Baru kali ini kami menemukan pola seperti ini di MAN 2 Kota Malang, dan itu yang membuat kami berkesan. Hari ini kami juga mendapatkan gambaran administrasi dan polanya yang bagus. Kami ingin terus belajar dari pengalaman yang ada,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya sistem dalam mengelola pembinaan murid. Hal-hal teknis yang selama ini mungkin belum terlihat dari luar justru menjadi bagian penting yang dapat dipelajari ketika madrasah melihat prosesnya secara langsung.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyambut positif kehadiran MAN IC Lombok. Ia menilai MAN IC Lombok memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan, terlebih dengan semangat untuk belajar dan memperkuat program pembinaan murid.

“MAN IC Lombok merupakan madrasah yang memiliki potensi dan semangat untuk terus berkembang. Kami berharap proses yang selama ini dilakukan di MAN 2 Kota Malang dapat menjadi referensi, kemudian disesuaikan dengan kondisi di Lombok. Karena setiap prestasi memiliki tahapan, dan yang paling penting adalah bagaimana sumber daya manusia serta sistem pembinaannya terus diperkuat,” tuturnya.

Koordinator Olimpiade MAN 2 Kota Malang, Gatra Orbita Digitalis, M.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman MAN 2 Kota Malang dalam pembinaan olimpiade dibangun melalui proses yang panjang. Administrasi, pemetaan murid, pembagian pembinaan berdasarkan bidang, pendampingan, hingga evaluasi menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Yang sering terlihat dari pembinaan olimpiade memang hasil akhirnya, tetapi di belakang itu ada proses yang cukup panjang. Kami berusaha membuat setiap tahapan memiliki arah yang jelas, mulai dari administrasi, pemetaan potensi, pembinaan bidang, pendampingan, sampai evaluasi. Harapannya, pola ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lain dan tentunya dapat dikembangkan sesuai karakter masing-masing,” jelasnya.

Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldy Aji Saputra, M.Pd., mengungkapkan bahwa membangun budaya riset membutuhkan ekosistem yang melibatkan murid, guru pendamping, dan madrasah secara bersama-sama.

“Budaya riset tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Ada proses untuk membiasakan murid bertanya, mencari data, mengolah informasi, sampai berani menyampaikan temuannya. Ketika guru dan madrasah memberikan dukungan yang konsisten, potensi itu bisa berkembang menjadi karya riset yang berkualitas dan memberikan dampak,” pungkasnya.

Kunjungan MAN IC Lombok diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi dalam pengembangan program olimpiade antarmadrasah. Pengalaman yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai informasi, tetapi dapat diolah menjadi langkah pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan MAN IC Lombok. Kedua madrasah juga diharapkan dapat terus menjalin komunikasi dan berbagi praktik baik dalam penguatan sumber daya manusia. Dengan pengelolaan yang semakin sistematis, potensi murid dari Lombok diharapkan dapat berkembang hingga mampu bersaing pada ajang nasional dan internasional.

Pertemuan ini menjadi gambaran bahwa setiap madrasah memiliki proses yang dapat dipelajari dan dibagikan. Dari MAN IC Lombok, semangat belajar bertemu dengan pengalaman MAN 2 Kota Malang dalam membangun ekosistem prestasi. Kolaborasi semacam ini menjadi langkah untuk melahirkan lebih banyak generasi madrasah yang berdaya saing. (RI)

Menu

Aplikasi Madrasah

INFO SNMB

Brosur PMB 2026

INFO PMB